
JEPARA – Suasana khidmat bercampur haru dan bangga menyelimuti kompleks Pondok Pesantren Babus Salam Mulyoharjo pada Ahad (21/6/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, ratusan wali santri tampak memadati area utama untuk menyaksikan momen sakral tahunan: Haflah Muwadda’ah dan Akhirussanah Dirasah. Acara yang berlangsung maraton hingga bakda Dzuhur ini sukses memadukan tradisi klasik pesantren dengan inovasi modern era digital
.Berikut adalah reportase mendalam dan ulasan menarik dari jalannya acara:
Puncak Khidmat: Prosesi Wisuda dan Demontrasi Kitab Kuning
Tahun ini, Ponpes Babus Salam resmi melepas 25 murid MTs dan 2 santri Madrasah Diniyah (Madin) Salaf. Momentum yang paling menyedot perhatian hadirin adalah saat prosesi demonstrasi atau uji publik kemampuan membaca kitab turats (kitab kuning) oleh perwakilan wisudawan.
- Tiofani (Wisudawan): Memukau hadirin dengan kelancaran membaca dan menguliti gramatika serta syarah kitab Ta’limul Muta’allim, sebuah kitab rujukan utama etika menuntut ilmu.
- Nindy (Wisudawati): Menunjukkan ketajaman pemahaman yang luar biasa saat membaca dan mengulas kitab Arba’u Rasail.


Lantunan bait demi bait dilakukan dengan lugas, membuktikan bahwa sanad keilmuan salaf di Ponpes Babus Salam tetap terjaga dengan sangat kokoh.
Panggung Kreativitas: Dari Nadham Klasik hingga Karya Sinematik
Meskipun durasi acara tergolong cukup panjang, rasa jenuh para hadirin berhasil ditepis berkat rentetan unjuk bakat santri putra dan putri yang dikemas apik dan dinamis. Panggung muwadda’ah kali ini benar-benar menjadi wadah ekspresi yang kaya:
- Sisi Religius & Tradisional: Gema shalawat dari tim hadrah membakar semangat, disusul dengan keindahan kur (paduan suara) dan pembacaan puisi yang menyentuh hati. Kelancaran para santri saat melantunkan Nadhaman Shorof dan Aqidatul Awam secara massal juga mengundang decak kagum sekaligus haru para orang tua.
- Sisi Inovasi Modern (MAK Bisnis Digital): Ini yang membedakan Babus Salam dengan pesantren pada umumnya. Murid Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) Jurusan Bisnis Digital berhasil mencuri perhatian melalui Gelar Karya Kewirausahaan. Mereka memamerkan produk-produk kreatif hasil rintisan sendiri dan kolaborasi, sekaligus melakukan Pemutaran Konten Film Pendek karya santri. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa santri Babus Salam siap bertarung di industri kreatif masa kini.
Momen Evaluasi: Penerimaan Rapor Massal
Tidak hanya tentang perpisahan kelas akhir, hari itu juga menjadi momen penting bagi seluruh wali santri kelas 7 dan 8 MTs, serta kelas 10 MAK Babus Salam. Agenda Penerimaan Rapor yang disisipkan di dalam rangkaian acara menjadi ruang sinergi dan evaluasi antara pengasuh, asatidz, dan orang tua demi mengawal perkembangan akademis serta spiritual santri di semester berikutnya.
Harmoni Salaf dan Modernitas
Catatan Redaksi: Keberhasilan Haflah Muwadda’ah Ponpes Babus Salam Mulyoharjo tahun 2026 ini terletak pada kemampuannya menjaga keseimbangan. Di satu sisi, nilai-nilai salafiyyah (tradisional) tetap dijunjung tinggi melalui penguasaan kitab kuning dan nadham akidah. Di sisi lain, adaptasi terhadap zaman (ashriyyah) diwadahi dengan sangat jenius melalui jurusan Bisnis Digital.
Durasi acara yang berlangsung dari pagi hingga selepas Dzuhur sama sekali tidak mengurangi kekhidmahan. Sinergi kehadiran seluruh wali santri menciptakan atmosfer kekeluargaan yang hangat. Babus Salam hari ini sukses mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: Menjadi santri berarti siap mengaji, siap berinovasi, dan siap memimpin hari esok.
Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati! Semoga ilmu yang berkah mengalir untuk umat.
Red. AY_BSM



